Kecerdasan Visual Spasial dan Kinestetik Sentuh | Bekal Luar Biasa Videografer dan Fotografer

image

Hai para pembaca sekalian. Ini adalah Seri Pendidikan dari Pelangi Charity. Kali ini kita akan bahas tentang modal alamiah seorang Fotografer dan Videografer. Bukan berarti yang kurang dalam kecerdasan ini, tidak bisa menjadi seorang fotografer atau videografer , tapi jika ternyata otak anak anda unggul pada kecerdasan visual spasial dan kinestetik sentuh, anda akan dengan cepat belajar melebihi yang lain, cerdas dalam menentukan cara, dan tetap bertahan di saat anak lain sudah bosan. Kami ingin memberikan pengantar seperti ini...

Multiple Intellegence

Adalah Prof. Dr.Howard Gardner seorang psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS merumuskan teorinya Multiple Intelligences (kecerdasan ganda/majemuk). Gardner kemudian membuat riset dengan memberi contoh bahwa orang berhasil tidak hanya mengandalkan IQ tinggi yaitu Maradona (Brasil) dan Ronaldinho (Argentina ) pemain sepak bola , Mozart dengan usia 4 th sudah mahir memainkan piano, Beethoven dan Kenny G yang sangat cerdas pula memainkan alat musik. Yang pada akhirnya Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan 8 kecerdasan.

Dua diantara 8 kecerdasan tersebut adalah kecerdasan visual spasial dan kecerdasan kinestetik. Nah inilah yang dalam bahasa kami, menjadi modal alami, atau cara pandang yang khas yang menunjang kemampuan seorang fotografer atau videografer. Simak Terus Yaa..

Kecerdasan Visual Spasial

Adalah kemampuan untuk membentuk suatu gambaran tentang tata ruang didalam pikiran. Anak anak dengan kecerdasan visual-spasial  yang tinggi cenderung berpikir secara visual. Mereka kaya khayalan internal (internal imagery) sehingga cenderung imajinatif dan kreatif.

Orang dewasa dan anak anak dengan kecerdasan visual-spasial tinggi memiliki kepekaan dalam mengobservasi dan memiliki kemampuan untuk berpikir dalam gambar. Kemampuan ini memungkinkan untuk bisa membayangkan bentuk bentuk geometri  atau tiga dimensi dengan mudah.
Kemampuan spasial ini sendiri seperti yang dikutip Gardrer dibagi menjadi tiga komponen (ini terjemahan bebasnya, silahkan merujuk pada buku Frames of mind: The Theory of Multiple Intelligences).

Kemampuan untuk mengenali identitas sebuah objek yang ada didepannya dari sudut pandang yang berbeda

Kemampuan untuk membayangkan perubahan sebuah konfigurasi  ketika komponen konfigurasi itu dirubah atau dipindah. Misal saat bermain balok, anak dapat membayangkan apabila sebuah balok dipindah nantinya akan terbentuk sebuah bangunan seperti yang ia inginkan

Kemampuan untuk memahami hubungan spasial antara dirinya dengan benda lain. Misalnya saat naik sepeda, seorang anak dapat memperkirakan jarak dirinya dengan sebuah pohon.

Uniknya, anak anak dengan kecerdasan visual-spasial yang tinggi berpikir dengan gambar dan imej (image). Biasanya mereka menyukai kegiatan bermain Puzzle, menggambar, bermain balok, bermain maze, membangun bentuk, serta berimajinasi membentuk bangunan bangunan lewat permainan, anak anak dengan kecerdasan ini juga seringkali melamun.

Dalam belajar, anak anak ini adalah tipe belajar secara visual. Mereka menyukai poster dan gambar, film dan presentasi visual lain untuk menyerap informasi baru. Sebagai “pelamun”, anak anak ini terkadang menghadirkan sebuah film dalam bayangan internal mereka yang tidak pernah mereka lihat secara nyata. Tidak hanya melamun atau berhayal, anak anak ini juga pengamat yang tajam terhadap dunia sekitarnya, suka mencari cari kesalahan dan detil yang orang lain lupakan.

Kecerdasan Kinestetik Sentuh

Kecerdasan ini merupakan keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk menyampaikan ide dan perasaan, dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah suatu bentuk. Kecerdasan ini meliputi kemampuan fisik yang khusus, seperti koordinasi, keseimbngan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan maupun kemampuan menerima rangsangan panca indera.

Kemampuan yang terkait dengan kecerdasan kinestetik jasmani adalah:

Kemampuan menggerakkan anggota tubuh.

Kemampuan mengatur keseimbangan tubuh.

Kemampuan mengatur kelenturan tubuh.

Kemampuan menjaga kesehatan tubuh.

Kinestetik dikategorikan sebagai kecerdasan karena ada bukti otentik secara neurologis pada otak manusia, yakni wilayah serebelum (otak kecil) dan bukti-bukti lain yang sulit dibantah. Kedudukan kinestetik sama tinggi dengan kecerdasan yang lain. Kecerdasan kinestetik melibatkan kegiatan utama, yakni membuat gerak, mengendalikan gerak, dan memodifikasi gerak. Oleh karenanya, anak-anak yang cerdas kinestetik tidak suka “petuah”, mereka lebih bisa belajar dengan melakukan atau “learning by doing”. Dengan melakukan mereka ternyata mampu mencatat dan membuat kemajuan.

Kenapa Fotografer dan Videografer??

Kalau kita bertanya, sebagian besar dari 2 profesi ini akan menjawab, skill yang diperolehnya adalah dari otodidak, alias mempelajari sendiri. Bahkan "jam terbang" dapat mempengaruhi "nilai" dari seni melukis cahaya tersebut. Soal komposisi misalnya, sebagian besar videografer sulit menjelaskan mengapa mereka mampu menghasilkan gambar yang sedap dipandang mata, mereka dapat membedakan mana yang enak, mana yang kurang sedap, tapi kalau harus menjelaskan, mereka akan berkata " ini naluri". Naluri inilah yang sebenarnya mereka latih, dan latihan-latihan tersebut akan sangat dipengaruhi tentang bagaimana modal otak bekerja.

Kecerdasan visual spasial akan menggiring seseorang untuk peka terhadap komposisi warna, alam, performa, bentuk, mata nya akan sensitif melihat suatu sudut pandang (angle), dan menggiringnya untuk mampu membedakan keindahan tersebut, mana yang sedap mana yang kurang. Sedangkan kecerdasan kinestetik, akan menggiring seorang berinteraksi dengan perangkat seni nya (kamera, lensa, teknologi, istilah) yakni dalam videografi dan fotografi, untuk menjadikan jam terbangnya membawa pada kesempurnaan pemahaman. Sebagaimana ciri dari otak kinestetis; mereka tidak begitu senang petuah, mereka lebih bisa belajar dengan melakukan atau “learning by doing”. Dengan melakukan mereka ternyata mampu mencatat dan membuat kemajuan.

Otak sang Fotografer dan Videografer

Kecerdasan sendiri secara fisik berhubungan dengan otak kita, jadi apa yang menjadi kelebihan dari diri kita, berarti seperti itulah cara kita melihat sesuatu, cara kita bertahan, cara kita mengingat, cara kita mengolah informasi, hingga cara kita  merasakan. Nah artinya, kita akan semakin optimal, jika cara belajar kita (cara mendapatkan informasi) sesuai dengan cara otak kita.

Diatas sudah dikemukakan, 2 kecerdasan yang menurut kami menjadi modal khas bagi fotografer, artinya jika anak anda memiliki kecenderungan yang disebutkan diatas, tidak ada salahnya untuk terus menggiringnya belajar dengan cara yang sesuai dengan kecerdasan mereka. Suatu saat mungkin mereka menjadi fotografer atau Videografer kelas dunia.

Mari Lihat potensi anak kita sejak dini.. Salam Pendidikan

Sat, 28 Dec 2013 @10:50


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

poser
Kategori
Komentar Terbaru
professional foto & video

professional foto & video documentationjasa pembuatan company profile customer servicebeli indonesiaRental Multimediapersewaan sound systemdokumentasi foto + videoRental LCD proyektorPembuatan company profileaward winning email : info@studiopelangi.comjasa foto + video wedding

photobooth semarang / jasa photobooth semarang

catatan harian ekonov

like us on facebook


Lihat studiopelangi di peta yang lebih besar

visitor counter
LINK SUPPORT
Copyright © 2018 Studio Pelangi (Foto+Video Shooting Semarang) · All Rights Reserved
powered by sitekno