Tekhnik Menggunakan Kamera DSLR

image

Jasa Wedding Organizer + Event Organizer : HUBUNGI Bpk. Eko Novianto 0856-4020-3369 (m3) /024 -764-844-13 (kantor) atau 0821.3867.4412 (simpati) - wedding - wisuda -seminar - pernikahan - workshop - dll


Urusan fotografi adalah hal yang sangat menyenangkan bagi siapapun karena berhubungan dengan menangkap momen yang belum tentu bisa terulang kembali. Terlebih gambar-gambar mengesankan bagi seorang traveler, pastilah menginginkan hasil gambar sebaik mungkin. Disini studiopelangi.com ingin berbagi tentang tekhnik dasar menggunakan kamera DSLR.

  • Shutter Speed

Apa itu shutter speed? Shutter speed adalah pengaturan kecepatan buka dan tutup jendela kamera. Biasanya dalam mengatur shuter speed dalam satuan detik, misalnya 1/125 atau 1/1000, jadi Semakin besar angka satuannya misal 1/1000 bahkan lebih maka semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana/ jendela sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit. Dan sebaliknya juga apabila angka satuannya semakin kecil misal 1/125 atau kurang dari itu maka semakin lama pula kecepatan buka dan tutup rana itu sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih banyak.Untuk membekukan objek air terjun, atau kendaraan yang berjalan dengan kecepatan tertentu, slow shutter speed photography bergerak. Biasanya teknik pengambilan gambar tersebut dinamakan panning atau freeze. Jadi semakin cepat gerakan objek yang ingin kita tangkap maka semakin besar pula satuan shutter speednya. Set pengaturan shutter Speed diatas 1/250 untuk membekukan aksi dan pergerakan, dan ingat untuk menggunakan shutter speed dibawah 1/25 untuk memburamkan objek seperti air terjun.

Dan apabila anda ingin menangkap gambar pada malam hari, pengaturan shutter speed yang tepat adalah mensettingnya pada tingkat yang rendah. Karena seperti teori diatas, cahaya yang ditangkap akan lebih banyak. Namun yang sangat perlu diperhatikan adalah goyangan pada kamera anda. Pada setting ini akan lebih rentan untuk terpengaruh getaran. Solusinya adalah bisa dengan menggunakan tripod atau kabel kamera.

  • ISO

ISO adalah kependekan dari International Standard Organization. ISO merupakan tingkat kesensitifan sensor kamera. Semakin tinggi ISO maka semakin sensitif pula sensor sehingga gambar yang dihasilkan akan memiliki lebih banyak cahaya, sebaliknya semakin rendah settingan ISO maka semakin minim pula cahaya yang masuk ke sensor kamera . Semakin rendah ISO semakin rendah pula noise, sebaliknya semakin tinggi ISO maka semakin tinggi pula  noisenya. Harus jeli dalam menentukan setting kamera DSLR yang satu ini, karena inti dari suatu gambar adalah kecerahannya. Kalau ISOnya salah biasanya akan nampak gelap sekali atau terang sekali. ISO tinggi biasanya digunakan saat malam hari atau saat cahaya benar benar minim. Agar  gambar yang dihasilkan maksimal gunakanlah ISO 100 dan naikkan hanya jika memang dibutuhkan. Perlu di ingat, bahwa menaikkan ISO juga berarti menaikkan Noise.

  • Fokus

Pengaturan fokus secara manual dapat dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual(M) panel fokus yang ada di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Tombol ini biasanya terdapat langsung di chasing kamera, jadi walaupun tidak masuk ke menu bisa langsung mengaturnya manual dan juga dengan melihat pengaturannya dilayar. Gunakan mode auto apabila tidak ingin repot mengaturnya, fokus akan bergerak otomatis untuk menyesuaikan zoom. Beberapa teknik pengambilan gambar yang berkaitan dengan jarak adalah :

  1. Extreme Long Shot(Pandangan Sangat Luas)
  2. Long Shot (pandangan lebih Dekat dari ELS)
  3. Medium Long Shot(Manusia dari lutut sampai kepala)
  4. Medium Shot (onjek diatas pinggang sampai kepala)
  5. Medium Close Up(Objek manusia dari dada sampai kepala)
  6. Close Up(Wajah)
  7. Big Close Up(Hidung / mata)
  8. Extreme Close Up(Pori-pori kulit) yang mempunyai detail sangat jelas.

Pada objek-objek diatas akan bisa dilihat perbedaannya apabila pengaturan fokus juga berbeda. Jadi, fokus lebih mengedepankan ke detailan dari objek tersebut.

  • Diafragma

Diafragma disimbolkan dengan f yakni pengaturan buka lensa. Maka semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Angka f yang kecil(bukaan besar) akan menyebabkan Depth of Field(DOF) atau area tajam lebar meliputi objek utama dan background akan menjadi jelas terekam, sedangkan semakin besar pengaturan f(bukaan pada lensa kecil) Depth of Fieldnya akan sempit yakni objek didepan jelas, sedangkan objek dibelakang/backgorund buram. Ukuran f sendiri terdiri dari f/1,4(yang terkecil) hingga f/16(yang terbesar) dan bahkan di kamera versi terbaru memiliki fragma yang lebih dari itu. Diafragma termasuk 1 dari 3 komponen eksposur yang sangat bermanfaat mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa. Dan tentunya untuk mendapatkan hasil yang bagus, pengaturan yang satu ini menjadi penting.

Thu, 18 Sep 2014 @14:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

poser
Kategori
Komentar Terbaru
professional foto & video

professional foto & video documentationjasa pembuatan company profile customer servicebeli indonesiaRental Multimediapersewaan sound systemdokumentasi foto + videoRental LCD proyektorPembuatan company profileaward winning email : info@studiopelangi.comjasa foto + video wedding

photobooth semarang / jasa photobooth semarang

catatan harian ekonov

like us on facebook


Lihat studiopelangi di peta yang lebih besar

visitor counter
LINK SUPPORT
Copyright © 2019 Studio Pelangi (Foto+Video Shooting Semarang) · All Rights Reserved
powered by sitekno