Mengenal beberapa perangkat Sound System dan fungsinya ~ sewa sound system semarang ~

image

Persewaan Sound System + Video Shooting : HUBUNGI Bpk. Eko Novianto 0856.4020.3369 (m3) /024 -764-844-13 (kantor) atau 0821.3867.4412 (simpati) - wedding - wisuda -seminar - pernikahan - workshop - dll


Salam multimedia. Pelangi SoundSystem adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis persewaan sound system professional semarang.  Kami menyediakan persewaan multimedia professional dibidang soundsystem. Kami memberikan penawaran beberapa paket SOUND SYSTEM, bisa dilihat di link berikut : PAKET SOUND SYSTEM

Selain itu kami memang spesialis untuk menyediakan dan support untuk band, audio performance dll. Kali ini kita akan sedikit membahas apa si sebenarnya element atau beberapa perangkat sound system yang diperlukan agar bisa memberikan layanan audio, berikut ini kami ingin mengenalkan beberapa perangkat soundsytem dan fungsinya : 

MIXER : MENGENAL MIXER SOUND SYSTEM

Dalam dunia Audio profesional, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Siynal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier yang diteruskan ke loudspeaker.

sewa sound system semarang murah

Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya live band atau organ tunggal, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya. Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang ataupun audio yang masuk melalui kanal mixer, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier.

Mixer adalah salah satu perangkat yang paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (kiri – kanan /L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.

Mixing console menerima berbagai jenis sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT ( perangkat untuk rekaman). Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio itu diumpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.

Jalur masukan (input) biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:

  • Input Jacks / penguat muka mikropon (Microphone preamps)
  • Basic input controls
  • Channel EQ (High, Mid high,Mid and low). Bass – Midle - Treble
  • Bagian Routing termasuk Direct Outs, Aux-sends, Panning control and pengalamatan Subgroup
  • Output Faders
  • Subgroup faders
  • Output controls termasuk Master level controls, EQ dan/atau Matrix routing

BAGIAN MIXER ANALOG

Istilah kerennya adalah mixer, yaitu sebuah alat yang mengumpulkan semua sinyal baik dari mic, sinyal line (berupa sinyal dari tape/CD, atau dari instrumen), semua efek (berupa echo, reverb, delay), kemudian “dicampur” secara otomatis oleh alat ini menjadi satu sinyal yang utuh dan kemudian didistribusikan ke power amplifier yang akan diolah sedemikian sehingga akhirnya sinyal ini diubah wujudnya menjadi suara yang dikeluarkan oleh speaker yang terpasang.

Alat ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah level dari sinyal tersebut, seperti dari sinyal yang keras menjadi lebih pelan dan demikian sebaliknya sehingga sinyal-sinyal ini “tertata” dengan baik dan terdengar dengan nyaman. Kemampuan ini tidak bersifat otomatis secara mesin, tapi tergantung dari kemampuan sang pengatur suara, yang dalam hal ini sering disebut engineer atau sound engineer.

Seperti yang telah disebutkan di paragraf kedua, jumlah channel yang tersedia pada sebuah mixer bervariasi. Mulai dari yang sederhana sebanyak 6 atau 8 channel bahkan sampai ratusan channel sekaligus. Dari beberapa klasifikasi tersebut dapat disimpulkan menjadi 2 jenis mixer, yaitu analog mixer yang biasanya terdiri dari maksimum 52 channel dan digital mixer yang memiliki jumlah channel yang dapat dikatakan “tidak terbatas”. Untuk spesifikasi detil dari kedua jenis mixer ini dapat dilihat dari beberapa merek yang telah beredar di pasaran umum.

MENU UMUM PADA MIXER

  • GAIN

Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitif input yang kita iniginkan di terima oleh console(mixer). Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dvd player, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.

Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat (switch) tombol PAD pada console (mixer) yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal (tingkat tekanan suara) mulai –20 db sampai –30 db.

  • EQUALIZER PADA CHANNEL

Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer (sound man – operator mixer) melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :

untuk mengubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.

Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low dan Hi (bass dan treble), kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Namun tak perduli seperti apa tipe EQ yang terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama untuk membantu menemukan sound yang terbaik.

  • EQUALIZER YANG FIX

Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk memilih frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :

  • • Low, dan hi-pada EQ 2way –  (Sp 18” bawah + 15” atau 12” atas)
  • • Low, Mid dan Hi-pada EQ 3way –  (Sp 18” bawah + 15” tengah + 12” atas)
  • • Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way – (Sp 18” bawah + 15” bawah  tengah + 15” atau 12” tengah atas + tweeter 1” atau 2” atas)

Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah :

Harga yang relatif ekonomis,Terhindar dari kesalahan pemilihan frekuensi yang akan disetting, kesalahan seperti ini bisa disebabkan oleh sound engineer (penata suara) yang kurang berpengalam.

keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan.

Namun ada juga kekurangannya, salah satunya adalah kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kita inginkan karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.

  • SWEEPABLE EQUALIZER

Biasa disebut Quasi Parametric atau Semi Parametric (bukan full parametric-karena tanpa pengatur bandwitch). Pada EQ yang full parametric kita dapat melakukan pengaturan untuk setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi, bandwitch, ataupun parameter level. EQ tipe ini mempunyai kemampuan set-up yang sangat fleksibel, dan biasanya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system EQ-3 atau 4 jalur.

Cara kerja :

  • • Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq yang akan diatur.
  • • Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid pada drum.
  • • Biarkan frekuensi lain tetap pada sound flat.
  • • Putar tombol boost/cut sampai habis ke kiri, atau pada posisi kira-kira jam 7.
  • • Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy tadi terdengar hilang.
  • • Setelah frekuensi yang dicari ketemu, lakukan pengaturan lagi pada tombol boost/cut. Karena melakukan pemotongan yang terlalu ekstrim atau terlalu banyak pada frekuensi low mid (middle bass) bisa mengakibatkan sound yang terdengar “kosong”.

Bagian-bagian dari sebuah mixer analog secara umum adalah: 

1. Mono Input Section

Bagian-bagian dari mono input ini terdiri dari:

Mic Input, atau sering juga disebut XLR input atau cannon jack input. Bagian ini digunakan untuk mic atau alat-alat yang menggunakan jack yang memiliki tiga buah “kaki” atau yang yang sering disebut cannon jack.

Biasanya masing-masing “kaki” terdapat nomor 1, 2, dan 3.

Kaki-kaki ini dimaksudkan untuk penempatan posisi sinyal positif, negatif dan ground tipikal yang sering digunakan adalah:

  • - Kaki no 1 untuk ground, yg berserabut atau tidak dibalut
  • - Kaki no 2 untuk positif, (Biru) dan
  • - Kaki no 3 untuk negative (Putih)

Catatan: Posisi di atas tidak selalu menjadi patokan, tergantung dari peralatan yang dipakai. Harap selalu memperhatikan buku manual dari peralatan yang dipakai.

Line In, yang biasanya digunakan untuk menancapkan peralatan yang menggunakan line level jack (istilah umum yang sering beredar adalah input jack gitar). Peralatan yang sering menggunakan bagian ini seperti keyboard, tape, CD player, effect processing unit (reverb, echo, dll), kadang-kadang bass atau gitar juga memakai bagian ini.

Insert Point. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks maka terdapat 2 bagian yaitu insert send dan insert return, tetapi pada mixer yang sederhana maka bagian ini hanya ada satu saja yaitu insert I/O (kepanjangan dari insert input/output). Bagian ini digunakan untuk menghubungkan sinyal prosesor eksternal seperti EQ, compressor/limiter/gate. 

Tujuan dari bagian ini adalah membuat seakan-akan sinyal prosesor eksternal menjadi satu kesatuan dengan mixer.

Catatan: Perhatikan cara penyolderan!!! Untuk mixer yang memiliki insert point terpisah maka penyolderan dilakukan sama persis dengan cara penyolderan cannon jack. Dalam hal ini: posisi tip – sinyal positif, ring – sinyal negative, sleeve – sinyal ground, apabila hanya terdapat satu insert point I/O, maka posisi tip – sinyal send, ring – sinyal return, sleeve – sinyal ground. 

Direct Out (Dir). Bagian ini sering digunakan untuk mengirim sinyal audio secara langsung untuk direkam pada multitrack recording tape.

Gain, yang juga disebut input level atau trim, yang berfungsi untuk menentukan sensitifitas dari input sebuah sinyal yang masuk, baik itu berupa sinyal mic atau sinyal line (dari keyboard, tape, CD player, atau alat musik yang lain). Bagian ini hanya mengatur tingkat kesensitifitasan dari channel tersebut bukan besarnya volume sinyal.

Catatan:

Apabila sinyal yang masuk masih terlalu kecil (volume sudah dimaksimalkan, demikian juga dengan gainnya) maka yang perlu diperiksa adalah kondisi dari kabel tersebut dan kondisi penyolderan dari kabelnya, terbalik atau putus atau malah tidak tersolder sama sekali.

HPF (High Pass Filter).

Bagian ini digunakan untuk memotong frekuensi rendah yang terlalu berlebihan atau peralatan yang mengakibatkan humming. Bagian ini sangat efektif digunakan pada situasi live, untuk mengurangi “popping” pada mic, atau memotong frekuensi rendah yang sering kali dijumpai pada jenis suara laki-laki. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks, terdapat knob variabel frekuensi yang akan dipotong (misal: 50 Hz atau 80 Hz atau 250 Hz dan seterusnya), sedangkan pada mixer yang lebih sederhana hanya terdapat knob, seperti knob on/off, yang biasanya tercantum frekuensi 100 Hz atau sering disebut dengan fixed HPF.

EQ section.

Bagian ini sering dipakai untuk mengatur kualitas suara yang diinginkan. Pada prinsipnya bagian ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu low, mid, dan high. Tipe ini sering dijumpai pada mixer yang sederhana bahkan ada yang hanya terdapat 2 bagian saja yaitu low dan high, tetapi pada mixer yang lebih kompleks maka sering dijumpai penambahan seperti Q dan frekuensi yang ingin di-cut atau di-boost.

Aux section.

Ada 2 fungsi utama dari bagian ini, yaitu sebagai pengontrol monitor speaker yang terdapat di panggung utama dan atau pada masing-masing pemain band, dan sebagai pengontrol eksternal efek (reverb, echo, dll).

Pan (Panoramic Control).

Bagian ini sering kali digunakan untuk menentukan posisi sinyal suara (kanan atau kiri) atau dipergunakan untuk menentukan channel tertentu masuk dalam sub grup tertentu (misal: channel 1 masuk dalam sub grup 1, channel 2 masuk dalam sub grup 2, dsb.) 

Solo atau PFL.

Bagian ini sering digunakan para engineer untuk mendengarkan sinyal suara secara individual melalui headphone. PFL adalah singkatan dari Pre Fade Listening yang berarti kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh fader channel (before the fader), atau dengan bahasa sederhana kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh besar kecilnya posisi fader.

Mute/On-Off switch.

Bagian ini digunakan untuk mematikan atau menyalakan fungsi sinyal suara dari masing-masing channel. 

Channel fader.

Bagian ini menentukan besar kecilnya sinyal suara yang akan dikeluarkan melalui channel yang dimaksud.

+48V Phantom.

Bagian ini digunakan bila digunakan mic condenser atau DI box yang memerlukan power sehingga alat-alat ini bisa berfungsi dengan baik.

Perhatikan!!! Pada tipe mixer tertentu, tidak dijumpai adanya bagian ini pada masing-masing channel. Yang ada adalah knob +48V Phantom master. Perhatikan juga jenis kabel yang akan tersambung!! Bila semua kabel berada pada posisi balanced maka tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi sesuatu, tetapi bila tidak maka jangan sekali-kali menekan knob ini. 

2. Stereo Input Section

Sebagian besar bagian yang terdapat pada bagian ini hampir sama dengan bagian mono input kecuali pada bagian belakang mixer. Bila pada bagian mono input, pada bagian belakang mixer hanya terdapat satu channel input saja, tapi pada bagian stereo input terdapat dua channel input (berupa cannon jack atau phono jack atau RCA jack). 

3. Master Section

Pada bagian ini terdapat:

Aux Master, yang merupakan master volume dari aux pada masing-masing channel mono 

4. Aux Return

Bagian ini memiliki kesamaan prinsip kerja seperti pada bagian Stereo Input Section

5. Master Volume Section

Sub Group Section/DCA/VCA Group

Bagian ini merupakan master group dari masing-masing channel yang telah dikelompokkan sedemikian rupa. Biasanya dipakai untuk memudahkan pengoperasian mixer, misal sub grup drum yang terdiri dari beberapa channel mic yang dipakai untuk drum.

1. MIXER

ini fungsi utama didalam peralatan audio organ tunggal ,dikarenakan mixer bisa menampung semua suara yang berhubungan dengan organ tunggal seperti contoh output keyboard ,mic penyanyi ,melody jika ada tambahan dll. mixer jg ada beberapa jenis dan merk ,saat ini mixer yang sering kita lihat dalam organ tunggal dari mulai 6 ,8 ,10 ,12 ,16 hingga 24 channel tergantung selera dan keinginan kita sendiri ,pada prinsipnya mixer itu hanya penampungan dan pendorong suara.sebagai rekomendasi dan pertimbangan ada beberapa mixer yang patut kita acungin jempol antara lain :

a. peavey : unity 500 ,unity 1000 ,unity 1002 ,unity 2000 ,unity 2002

b. soundcraft : Spirit ,E-series ,folio

c. mackie : onyx 1220 ,onyx 1620

d. allen & heath : Zed 12FX

jenis mixer diatas adalah sebagai pilihan dengan kualitas yang sangat bagus dengan harga diatas rata2

ada juga beberapa mixer pilihan dengan harga yang tidak begitu mahal

a. yamaha : MG 124 ,N12 ,MG 164 ,MG 166C

b. behringer : UB1202 ,1204FX ,xenyx 1202fx Premium

jadi kembali lagi semua tergantung kebutuhan dan budget kita ,kalau budget kita besar gunakanlah product yang berkualitas ,tp tentunya harus ada perhitungan keuangan apakah mencukupi atau tidak.

2. POWER AMPLY

nah sekarang bicara mengenai power amply ,ini sangat perlu dan memang harus dibutuhkan dalam organ tunggal .fungsi dari alat ini adalah penghasil bunyi atau disebut juga pengeras suara yang disalurkan ke Speaker. power amply ada beberapa kekuatan outputnya tergantung kapasitas yang akan kita butuhkan. tetapi dalam hal ini organ tunggal harus mengandalkan power yang besar atau disebut juga watt yang besar supaya bisa seimbang antara suara yang diterima dengan frequensi yang dikeluarkannya seperti high ,mid ,low bisa seimbang

ada beberapa kriteria power yang bisa dijadikan pilihan antara lain :

a. peavey : CS800 ,CS800X ,CS1000X ,CS1200X ,PV1,3K,PV8.5C ,CS400X ,PV2600 ,PV3800 ,CS2000 ,CS3000 ,CS4000 ,CS4080

b. beta3 : T1000 ,T2000 ,T3000

c. crown :

d. yorkville :

e. absolute :

f. yamaha :

g. mclelland

h. behringer

i. prince

j. axl audion

k. alesis

l.absolute

m.taso

 

masih banyak merk power yang ada saat ini bahkan masyarakat kita pada umumnya banyak yang menggunakan power rakitan sendiri ,dengar2 seh katannya rakitan sendiri lebih memuaskan ,tapi jangan salah biar bagaimana pun juga power buit up jauh dan jauh sekali lebih unggul dibanding rakitan sendiri .karena design dan peralatannya sudah diukur melalui komputer jadi sudah pasti tahu kan hasilnya seperti apa.

c. Equalizer

untuk point c ini memang ada baiknya kita menggunakan Equalizer ,ada beberapa jenis Equalizer yang sering kita lihat di organ tunggal seperti contoh 131 = 1×31 ,231 = 2×31 ,115 = 1×15 ,215 = 2×15 . penempatan grafik equalizer sangat menetukan arah suara yang dihasilkan seperti high ,mid ,low untuk ukuran grafik 31 channel yang tertera dibawah ini

  • low = 20 -25-31.5-40-50-63-80-100-125-160
  • mid = 200-250-315-400-500-630-800-1k-1.25k-1.6k
  • high = 2k-2.5k-3.15k-4k-5k-6.3k-8k-10k-12.5k-16k-20k

jadi jika anda ingin menentukan suara anda bisa merobah grafiknya sesuai selera yang anda inginkan ,ada juga grafik 15 channel yang dibagi high ,mid,low antara lain :

  • low = 25-40-63-100-160
  • mid = 250-400-630-1k-1.6k
  • high = 2.5k-4k-6.3k-10k-16k

ini adalah frequensi suara yang sudah diatur melalui system komputer ,jadi anda bisa menentukan jauh dekatnya suara alat musik anda itu juga kalau anda benar2 mempelajari system equalizer ini. dalam hal ini ada beberapa equalizer yang bisa jadi pertimbangan dan pilihan untuk anda atara lain :

1.dbx = iEQ15 ,iEQ31 ,131 ,215 ,231

2.peavey = PV215 EQ ,PV231 EQ ,QF 215

3.DOD =

4.Alesis =

dan masih banyak lagi ,tetapi equalizer yang saya sebutkan diatas sudah terbukti akan kualitasnya.

d.speaker

speaker adalah proses yang terakhir didalam dunia audio ibarat sungai yang mengalir speaker itu sama halnya seperti muara. speaker adalah media yang mengeluarkan frequensi tinggi ,sedang ,rendah atau disebut sebagai HIGH ,MID ,LOW ,speaker jg ada beberapa kategory yaitu full range dan low ,nah bicara full range yang pada umumnya digunakan oleh pengguna2 organtunggal untuk lapangan terbuka karena semua frequensi suara dikeluarkan oleh speaker ini

ada beberapa pilihan speaker yang bisa anda gunakan atau direkomendasikan antara lain

1.Green land ,BW peavey ,JBL ,ACR Premier & Excelent ,Konzert ,Audax ,Soundking ,Kappa

ada beberapa tips aman untuk menyiasati speaker anda jika anda mempunyai jumlah speaker yang banyak tetapi mempunyai 1 power amply ,ingat kekuatan power sudah ditentukan di watt dan ohm nya.

sebagai contoh jika anda mempunyai 4 pcs 15 inch ,8 pcs 12 inch anda bisa menggunakanya dengan 1 power tp dengan catatan harus menggunakan watt besar dan mampu di kekuatan 2 ohm

trik untuk mengatasinya adalah

  • sambungkan 2 speaker menjadi 16 ohm >>> lihat gambar dibawah 
  • speaker untuk 1 power amply
  • tp dengan catatan 12 inch harus digabung dengan 12 inch jadi ukuran 1 box menjadi 16 ohm lalu lalu 2 box digabung lagi
  • 16 ohm >< 16 ohm akhirnya menjadi 8 ohm untuk 4 speaker 12 inch
  • begitu jg untuk 15 inch sudah menjadi 16 ohm . jadi box speaker ini skrng menjadi 3 box hitungannya

rumusnya adalah 16 ohm ><16 ohm><16 ohm atau 16 / 3 menjadi 5 ohm berarti power anda masih aman di kekuatan 5 ohm atau masuk dikategory 4 ohm . anda tidak yakin dengan suaranya boleh dibuktikan sendiri

e. Microphone atau lebih familiar disebut Mic

microphone bertugas sebagai penangkap suara yang dekat dengannya lalu dihubungkan melalui kabel ataupun sinyal wireless. media penghantar suara ini wajib dan memang harus dibutuhkan di dunia organ tunggal ,pada saat2 sekarang ini ada bermacam jenis mic yang dikeluarkan oleh perusahaan2 ternama seperti merk shure ,sennheiser ,talkstar , dan masih banyak lagi ,perlu diperhatikan jg jenis mic yang harus anda gunakan untuk vocal adalah mid-high supaya frequensi suara yang dikeluarkannya akan lebih jelas didalam pendengaran si audiens ,

jika memang anda menginginkan suara lebih peka lg atau lebih sensitif lagi jangan ragu menggunakan efek vocal ,sebagai rekomendasi ada beberapa efek vocal yang perlu diperhitungkan seperti

Alesis Microverb/Midiverb ,Zoom RFX 1000/2000 ,Roland RE 800 ,Peavey ,Bardl

peralatan tambahan diatas ini sangat dibutuhkan sekali untuk menambah kekuatan mic atau merubah karakter suara seperti Reverb ,delay ,room,plate,hall sesuai dengan kebutuhan anda.

beberapa seri ic yang sering saya jumpai di panggung Organ tunggal

Shure SM58 ,SM57 ,sennheiser ,Talkstar

e. Efek Vokal

Terkadang kita lupa dengan alat yang satu ini ,padahal ini sangat penting bgt untuk menambah dan merubah karakter suara seperti Reverb ,DSP ,Delay dll ,tanpa kita sadari alat ini sangat mendukung sekali untuk seorang penyanyi

ada beberapa efek vocal yang bisa jadi pilihan anda

 

  1. 1. ALESIS microverb / midiverb
  2. 2. BARDL DSP
  3. 3. ZOOM RFX
  4. 4. PEAVEY
  5. 5. ROLAND
  6. 6. YAMAHA

 

Semoga Bermanfaat,,,!!!

Thu, 26 Mar 2015 @16:19


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+8+5

poser
Kategori
Komentar Terbaru
professional foto & video

professional foto & video documentationjasa pembuatan company profile customer servicebeli indonesiaRental Multimediapersewaan sound systemdokumentasi foto + videoRental LCD proyektorPembuatan company profileaward winning email : info@studiopelangi.comjasa foto + video wedding

photobooth semarang / jasa photobooth semarang

catatan harian ekonov

like us on facebook


Lihat studiopelangi di peta yang lebih besar

gratis update

Dapatkan PROMO layanan video , Photo , dan Rental Multimedia dari kami GRATIS , isikan dengan email anda :

Page Rank

visitor counter
LINK SUPPORT

ekonovianto

catatan harian ekonov

Copyright © 2017 Studio Pelangi (Foto+Video Shooting Semarang) · All Rights Reserved
powered by sitekno